PDI Perjuangan Jember

Puluhan Kader Perempuan PDI Perjuangan di Kecamatan Sukorambi Mengadakan Pelatihan Pembuatan Tas Anyam Bersama Koperasi Penganyam Sempurna Perjuangan

SUKORAMBI – Para kader perempuan PDI Perjuangan di Kecamatan Sukorambi menggelar pelatihan pembuatan tas anyam yang dilaksanakan di Rumah Pengurus Ranting PDI Perjuangan Desa Klungkung Lutvi Aini, Minggu (13/11). Pelatihan tersebut dihadiri oleh Sekretaris DPC PDI Perjuangan Widarto, mentor dari Koperasi Penganyam Sempurna Perjuangan (KPSP), pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sukorambi, pengurus Ranting PDI Perjuangan Desa Klungkung, serta puluhan kader perempuan di Kecamatan Sukorambi.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jember Widarto mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan kerjasama antara PDI Perjuangan Kabupaten Jember dengan Koperasi Penganyam Sempurna Perjuangan (KPSP) yang merupakan binaan dari Ikatan Perempuan (IKP) PDI Perjuangan Kabupaten Jember.

Selain itu, Widarto juga menyatakan bahwa kegiatan pelatihan ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan harus lebih digiatkan serta dikembangkan lagi secara merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Jember.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung gerakan dari kawan-kawan Koperasi Penganyam Sempurna Perjuangan. Ini merupakan hal positif bagi masyarakat, khusunya dalam meningkatkan perekonomian serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Kabupaten Jember,” ucapnya.

Pelatihan pembuatan tas anyam oleh kader perempuan PDI Perjuangan Kecamatan Sukorambi bekerjasama dengan Koperasi Penganyam Sempurna Perjuangan (KPSP), Minggu (13/11).

Lebih lanjut, Politisi PDI Perjuangan tersebut menjelaskan bahwa kemiskinan di Kabupaten Jember ini cukup tinggi, serta kurang mendapatkan atensi khusus dari pemerintahan daerah. Hal tersebut selaras dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember yang menyatakan bahwa jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan/GK) di Kabupaten Jember pada bulan Maret 2021 mencapai 257,09 ribu jiwa. Jumlah ini bertambah sebesar 9,10 ribu jiwa, bila dibandingkan dengan kondisi Maret 2020 yang sebesar 247,99 ribu jiwa.

Persentase penduduk miskin di Kabupaten Jember juga mengalami peningkatan dari 10,09 persen pada bulan Maret 2020 menjadi sebesar 10,41 persen pada bulan Maret 2021.

“Data tersebut menunjukan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember kurang serius dalam menangani tingkat kemiskinan di Kabupaten Jember. Kenaikan sebesar 9,10 ribu jiwa per tahun itu merupakan angka yang cukup besar. Sehingga perlu menjadi atensi kita semua,” ucapnya.

Widarto juga menyatakan bahwa fenomena naiknya angka kemiskinan di Kabupaten Jember sudah disuarakan oleh PDI Perjuangan melalui fraksinya. Akan tetapi, sampai detik ini masih belum ada langkah konkrit yang dilakukan oleh Pemkab Jember terkait permasalahan tersebut.

“Tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Jember ini merupakan masalah yang harus segera kita tangani bersama. Kita sudah suarakan melalui fraksi kita. Akan tetapi masih belum terasa langkah nyata dari Pemkab sendiri. Oleh karenanya, kita lakukan langkah-langkah nyata seperti ini. Yang lebih mengena langsung pada masyarakat. Jadi bukan hanya kritik yang kita lontarkan, tapi kita juga lakukan kerja-kerja nyata yang faktanya mampu menjadi solusi masalah tersebut,” pungkasnya.

Arif Wibowo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *