MAYANG – Ikatan Perempuan (IKP) PDI Perjuangan Kabupaten Jember mengadakan pendampingan pada Koperasi Penganyam Sempurnna Perjuangan yang berdomisili di Desa Seputih Kecamatan Mayang, Jumat (4/11).
Koperasi penganyam sempurna perjuangan ini merupakan jenis koperasi konsumen, yang mana koperasi tersebut bertujuan untuk mewadahi para pelaku UMKM, serta berkewajiban untuk menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan bagi kegiatan setiap anggotanya.
“Alhamdulillah semakin hari anggota yang ingin bergabung semakin banyak. Dengan keberadaan koperasi ini, kami berharap adanya koperasi ini dapat membantu pelaku UMKM untuk bangkit dan tumbuh kembali, serta dapat mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Jember,” ucap Ketua IKP PDI Perjuangan Kabupaten Jember Heni Arif Wibowo yang diwawancarai secara terpisah.
Senada dengan hal tersebut, Gugun yang merupakan salah satu pelaku UMKM di Kecamatan Mayang merasa senang dan bersyukur dengan keberadaan koperasi ini. Menurutnya, koperasi ini merupakan langkah baik dan nyata untuk membantu pelaku UMKM untuk bangkit pasca pandemi COVID-19.
“Masa-masa sekarang ini adalah masa sulit bagi kita pelaku UMKM. Terlebih saat pandemi banyak kawan-kawan lain yang gulung tikar. Hanya segelintir orang yang masih bertahan dan mencoba merangkak kembali seusai pandemi ini. Oleh karenanya, kami sangat bersyukur dengan keberadaan koperasi ini yang dampaknya bisa dirasakan nyata oleh para pelaku UMKM,” ucap Gugun
Gugun juga menyayangkan tentang kurang pedulinya pemerintah daerah terhadap nasib para pelaku UMKM, khususnya di Kabupaten Jember. Menurutnya, hal itu bisa dilihat dari tidak adanya dampak nyata yang dirasakannya selama ini.
“Kesannya seakan gak ada tindakan yang nyata dari pemerintah daerah terkait dengan pelaku UMKM. Kami hanya banyak mendengar wacana, tetapi tidak melihat wujud nyatanya,” tandas Gugun.

Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Jember Edy Cahyo Purnomo juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memang setengah hati dalam mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Jember. Terbukti masih banyak UMKM yang sejatinya merupakan roda penggerak perekonomian masyarakar tidak diurus dan terkesan tidak ada tindak lanjut akan hal itu.
“Pemerintah daerah kelihatan kurang seriusnya. Kita bisa lihat, di Sumbersari telah dibangun Pusal Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang seharusnya berfungsi untuk inkubasi, pemngurusan legalitas, maupun memberikan akses pada UMKM untuk memperoleh pasar yang lebih luas. Tapi faktanya? Keseriusannya hanya terlihat pada pembangunan gedungnya saja, selain itu tidak diurus lagi,” ucapnya.
Edi Cahyo Purnomo atau yang akrab disapa Cak Ipung itu juga menjelaskan bahwa pendampingan terhadap koperasi ini merupakan bukti nyata PDI Perjuangan dalam membantu menekan angka kemiskinan di Kabupaten Jember.
“Ini adalah cara kami, langsung terjun di masyarakat, langsung bentuk tindakan nyata yang dampaknya bisa dirasakan masyarakat. Jadi kami tidak hanya memberikan kritik keras bagi pemerintahan daerah, tapi juga memberikan solusi dan tindakan nyata dalam setiap kritikan kita,” pungkasnya.













