JEMBER – Dalam laporan LKPJ Tahun 2021 dilaporkan bahwa ada tren kenaikkan angka kematian Ibu dan Balita (AKI/AKB). Dimana data untuk AKI pada tahun 2020 mencapai 173,59 per 100 ribu kelahiran sementara tahun 2021 mencapai 333,58 per 100 ribu kelahiran. Data AKB menunjukkan bahwa di tahun 2020 mencapai 9,22 per seribu kelahiran sementara pada tahun 2021 bertambah menjadi 10,12 per seribu kelahiran.
Kondisi tersebut membuat Ketua Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Jember Edi Cahyo Purnomo geram. Selain telah melakukan kritik secara terbuka, Legislator PDI Perjuangan itu juga terjun langsung untuk mengatasi lonjakan AKI dan AKB tersebut.
Edi Cahyo Purnomo atau yang sering dipanggil dengan Cak Ipung menggelar sosialisasi tentang penyebab kematian Ibu dan Anak yang dilaksanakan di salah satu rumah warga Desa Mrawan Kecamatan Mayang, Sabtu (16/7). Kegiatan tersebut dihadiri oleh RT dan RW serta tokoh masyarakat di Desa Mrawan Kecamatan Mayang.
“Ini adalah murni inisiatif kami dari PDI Perjuangan Kabupaten Jember terkait laporan atas meningkatnya AKI dan AKB di Kabupten Jember”, ucapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa kami diperintahkan partai tidak hanya untuk mengkritisi setiap kebijakan pemerintah daerah saja, tetapi kami juga diperintahkan untuk aktif dalam memberikan masukan dan solusi pada pemerintah dalam setiap kebijakannya.
“Kegiatan ini meneguhkan bahwa PDI Perjuangan selalu hadir ditengah-tengah permasalahan masyarakat. Inilah kerja-kerja nyata yang kami lakukan dibalik sikap kritis kita terhadap Pemerintah Daerah,” pungkasnya.













